Hore, akhirnya 4 film lebaran tahun ini mampu menembus satu
juta penonton. Selamat buat pabrik gula (lebih dari 2 juta penonton), Qodrat 2,
Jumbo, dan Komang. Sebenarnya sih masih ada satu lagi film Lebaran yaitu Norma,
tapi jauh tertinggal dari empat film lain. Keberhasilan Pabrik Gula dan Qodrat
2 sudah diprediksi jauh hari akan berhasil. Namun, film yang digadang bakal
berhasil justru malah Flop. Norma, berdasarkan kisah nyata viral hubungan antara
mertua dan menantu tidak berjalan seperti yang diharapkan, padahal para pemerannya
cukup menjanjikan dengan adanya Wulan Guritno, Tissa Biani dan Yusuf Mahardika.
Pihak produser mungkin berharap dengan mengangkat kisah yang viral maka
nasibnya akan sama seperti film Vina kemarin yang meledak. (aku pribadi tidak
tertarik menontonnya sih karena ya malu aja , dari sebuah kisah pribadi kemudian
menjadi viral dan malah dijadikan film).
Justru film yang tidak diduga bisa menembus sejuta malah tembus sejuta yaitu
Jumbo dan Komang. OK, apa sih yang membuat film-film lebaran punya potensi
mendatangkan cuan besar?
Yah, kalau mau dibahas jelas yang namanya Lebaran, sud
ah libur panjang, semua orang pasti punya uang, baik orang dewasa dan anak-anak. Orang-orang yang punya duit selama libur panjang pasti cenderung foya-foya, baik itu ke tempat wisata, maupun jalan-jalan ke Mall. Kalau sudah mampir ke Mall pasti bakal langsung mampir ke bioskop. Orang-orang yang memiliki dana besar (hasil dari THR), pasti keluarga tidak akan sayang uang untuk beli tiket bioskop. Betul tidak? Kalau hari lain, belum tentu anak-anak punya uang, harus minta duit dari ortunya dulu, atau pecah tabungan yang biasanya juga bakal malas. Ortu pun mungkin malas untuk menemani anaknya sendiri kalau hanya untuk ke bioskop. Kalau Lebaran, anak-anak juga memiliki THR untuk dibelanjakan. Daripada duitnya diminta mamanya kan untuk disimpan (alias investasi bodong wkwkwkwkw) mending dipakai buat beli ini itu nonton ini itu, ya kan? HeheheheSelain itu di hari lebaran, hari liburnya tidak
tanggung-tanggung, bisa 10 hari lho. Seperti tahun ini, sejak tanggal 28 Maret
sampai 8 April alias libur 12 hari bos. Orang libur selama itu ngapain sih
kalau gak jalan-jalan ke Mall? Mau di rumah terus ya pasti bosan lah. Mau ke
tempat wisata juga bosan kalau seluruh hari liburan pergi ke tempat wisata. Jadi
mumpung libur panjang maka pibisnis harus dapat meraih kesempatan untuk dapat
duit, tawarkan film-film yang menjanjikan untuk ditonton. Apalagi kalau film
itu sudah di gembar gemborkan sejak lama seperti Pabrik Gula dan Qodrat. Dua
film yang memiliki akar cukup menjanjikan. Satunya dari kisah viral plus horror
, satunya kelanjutan dari film qodrat yang juga box office. Jelas ini akan
bikin masyarakat penasaran dan menontonnya.
Hari libur selama 12 hari, banyak kegiatan usaha tutup
(apalagi di sekitarku tutupnya lama banget). Ada banyak orang nganggur dunk , eit
maksudnya bukan nganggur gak punya kerjaan ya, tapi nganggur di rumah aja gitu,
produser harus berpikir, nih banyak banget orang nganggur karena libur Panjang,
enaknya aku kasih film yang seperti apa yang buat mereka mau datang ke bioskop?
Saying banget, udah libur Panjang, dapat THR, tapi kita malah tidak
memanfaatkan moment seperti ini. Momen orang nganggur tapi punya THR banyak
hanya terjadi setahun sekali, jadi pelaku bisnis harus memanfaatkan hal ini
sebanyak mungkin. Kalau hari kerja, belum tentu mereka mau nonton film di
bioskop kalau bukan benar-benar film bagus atau karena nemani si pacar
wkwkwkwkwk.
Nah, karena libur 12 hari, yuk berpikir apa yang bisa
ditawarkan untuk bisa ditonton oleh semua golongan. Filmnya akan lebih variative
jadinya. Terbukti di lebaran ini filmnya variative. Pabrik gula ada dua versi,
satunya cut dan uncut. Yah Teknik marketing MD yang sudah bisa ditebak sih,
padahal kalau benar-benar niat, mendingan tidak perlu ada Uncurt segala, tapi
yah mau gimana lagi. Satunya untuk orang dewasa, satunya agar anak-anak bisa
ikutan nonton. Sebenarnya bukan anak-anak sih karena ratenya 13+ kalau tidak
salah, tapi dijamin kasus di Indonesia pasti anak dibawah usia itu akan
dibiarkan hehehe. Terus ada film Qodrat yang walau pun horror tapi jalan
ceritanya sedikit beda dengan Pabrik Gula, karena ada adegan laga sih, hehehe.
Anak-anak juga harus diraih dunk, ok, beri mereka Jumbo, cocok buat anak-anak.
Aduh, ini para remaja pada malas nonton film anak-anak dan film horror, gimana
dunk? Ya kasih mereka Komang. Ada embel embel kisah nyata dari selebriti Raim
Laode dan istrinya, pasti orang akan tertarik deh, terutama sepasang remaja
yang sedang jatuh cinta. Duh, ini ada yang tidak tertarik nonton film
cinta-cintaan ala Komang, gimana dunk? Nah, kasih aja Norma, juga berdasar dari
kisah nyata. Biasanya yang tertarik ini adalah orang dewasa. Siapa tahu para
orang dewasa maupun pasangan yang belum punya bocil tertarik nonton film ini. Nah
, karena ada beragam film yang coba ditawarkan selama Lebaran, maka peluang
untuk dapat duitnya juga pasti besar. Kapan lagi orang-orang tidak merasa saying
keluar uang untuk menonton film kalau bukan momen lebaran dan dapat THR, hehehe
Selain itu, menonton film Bersama keluarga biasanya banyak
dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Sewaktu saya menonton Pabrik Gula, banyak
rombongan besar keluarga, dari anak, ortu dan cucu nonton Qodrat 2. Momen berkumpul
bersama keluarga, jalan jalan ke Mall, akhirnya mampir ke Bioskop (karena
kebanyakan bioskop XXI itu kan ada di dalam Mall, jadi sekali dayung dua tiga
pulau terlampaui deh). Momen keluarga besar jalan-jalan ke Mall masa dibiarkan
begitu saja, itu duit semua bosssss, ingat, mereka dapat THR semua, baik
anak-anak, ortu maupun kakek nenek punya duit semuaaaa, selain makan makan dan
jajan, ya yuk mampir ke bioskop hehehe, itu mungkin piker para produser dan
pelaku industri film.
Nah, ini juga faktor penyebab lain, sih, aku coba cari info,
biasanya di bulan bulan awal seperti ini, film-film Amerika itu tidak rilis .
mereka rilis film di akhir tahun atau pertengahan tahun. Biar bagaimanapun ya
realistis aja deh, film film amerika dengan budget yang besar tentu hasil
layarnya jauh lebih ok buat dilihat daripada film dengan budget paling berapa
miliar sih? mau ditandingkan dengan film superhero Amerika, waduh, dijamin ortu
malah akan bawa anaknya nonton film Marvel atau DC deh daripada film Indo
(bukan berarti meremehkan film indo ya) kalau bisa menghindari pertarungan
lawan gajah , kenapa harus bertarung. Cari aman aja kan ya.
Jadi secara umum dapat disimpulkan bahwa film yang diputar pada
saat lebaran itu umumnya bisa untung
bisa dan box office karena momen libur Panjang, semua dapat uang atau THR,
kumpul keluarga, serta minim persaingan
dengan film dari luar seperti Amerika. Kalau kalian, ada yang bisa menambahkan
kenapa?tulis di kolom komentar ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar